Tiga Kenikmatan Hidup

25 09 2008

Kenikmatan duniawi beraneka ragam. Kita dapat menikmati kenikmatan itu melalui pandangan, pendengaran, rasa, dan hati. Pendek kata ada nikmat lahir dan nikmat bathin. “… dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan bathin…” (QS. 31: 20).

Ada tiga kenikmatan yang Alloh karuniakan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman. Dalam surah Ad-Duha ayat 6 – 8 Alloh menggambarkan tiga kenikmatan itu. Pertama, nikmat keamanan (perlindungan). “Bukankan Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungi(mu)” (QS. 93: 6). Kita tahu seorang anak yatim tidak memiliki ayah dan ibu. Ayah simbol pelindung bagi anak-anaknya. Ibu tempat curahan kasih sayang yang tidak tergantikan oleh manusia manapun. Pepatah mengatakan kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah. Oleh karena itu, seorang anak yatim menjadi simbol seseorang yang terancam keamanannya karena tiada ayah sebagai pelindungnya dan tiada ibu yang memberikan kasih sayang sejati padanya. Dengan perlindungan Alloh, tiada satu manusiapun yang dapat mencelakakan Nabi Muhammad. Perlindungan Alloh, sebaik-baiknya perlindungan bagi siapapun.

Nikmat yang kedua adalah nikmat petunjuk. “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk” (QS. 93: 7). Petunjuk Alloh sangat kita perlukan dan kita butuhkan. Teramat rumit dan kompleks untuk memahami hidup. Masalah hidup kadang tidak berdiri sendiri. Kita disediakan Alloh begitu banyak pilihan dan begitu banyak kemungkinan. Siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, tiada sesuatupun yang dapat memberi petunjuk.

Nikmat ketiga adalah nikmat serba berkecukupan. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberi kecukupan” (QS. 93: 8). Dengan nikmat ini manusia manapun tidak akan pernah merasakan kekurangan. Kalau demikian berarti dia telah menjadi manusia kaya yang hakiki. Bukan tidak mungkin rasa berkecukupan tidak didapati pada orang-orang yang bergelimpangan materi. Tidak sedikit juga rasa berkecukupan ini meliputi orang-orang yang terbatas dalam hal materi. Dengan demikian nikmat rasa berkecukupan ini tidak diberikan kepada sembarang orang tetapi hanya kepada orang-orang yang dikehendaki Alloh.

Indah rasanya jika kita dikaruniai ketiga nikmat di atas. Kita tidak akan pernah merasa terancam oleh siapapun. Kita tidak akan pernah linglung atau bingung mengarungi hidup dan kita tidak akan pernah merasa kekurangan. Sebaliknya, kita akan merasa tenang karena Alloh telah menjadi pelindung kita. Kita akan tahu pasti ke mana harus melangkah karena Alloh menjadi Pembimbing hidup kita dan kita akan menjadi “kaya” karena Alloh senantiasa mencukupi segala keperluan kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara meraih ketiga nikmat itu?

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.