<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pencarian Hikmah Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://affankhairi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://affankhairi.wordpress.com</link>
	<description>Refleksi Renungan Hati</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Mar 2011 03:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='affankhairi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pencarian Hikmah Kehidupan</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://affankhairi.wordpress.com/osd.xml" title="Pencarian Hikmah Kehidupan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://affankhairi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Allohu Ahad</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/29/allohu-ahad/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/29/allohu-ahad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 07:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah kesaksian seorang eks suster yang telah mengakui keesaan hakiki Alloh ada sebuah statement yang sangat menarik. Suatu ketika beliau dalam keraguan dengan keyakinan agamanya (nasrani), bertanya pada sahabatnya yang muslim. Pertanyaannya sangat sederhana, &#8220;Alloh itu laki-laki atau perempuan?&#8221; Pertanyaan itu mengalir deras dari lubuk hatinya karena beberapa hal. Dalam keyakinannya, penjelmaan Allah diserupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=30&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah kesaksian seorang eks suster yang telah mengakui keesaan hakiki Alloh ada sebuah statement yang sangat menarik. Suatu ketika beliau dalam keraguan dengan keyakinan agamanya (nasrani), bertanya pada sahabatnya yang muslim. Pertanyaannya sangat sederhana, &#8220;Alloh itu laki-laki atau perempuan?&#8221;</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Pertanyaan itu mengalir deras dari lubuk hatinya karena beberapa hal. Dalam keyakinannya, penjelmaan Allah diserupakan dengan laki-laki. Dalam agama hindu, Sang Hyang Widhi digambarkan dengan sosok laki-laki. Dalam Agama Budha, Tuhan digambarkan juga dalam bentuk laki-laki. Dewa-dewa dalam budaya Cina juga digambarkan laki-laki. Lalu mengapa hanya Islam yang tidak menggambarkan bentuk Alloh?</p>
<p>Jawaban sahabatpun juga sangat sederhana. Jangankan rupa Alloh, rupa nabi Muhammad pun tidak bisa dibayangkan. Lalu bagaimana orang islam yang beriman bisa mncintai Tuhannya jika tidak bisa membayangkan rupanya? Pertanyaan ini pernah dilontarkan oleh sahabatku yang berasal dari Bali.</p>
<p>Justru karena kami rindu menyaksikan seperti apa indahnya wajah Alloh  membuat kami ingin terjaga dan senantiasa mendapat ridho-Nya. Apakah untuk mengimani Tuhan harus melihat rupa Tuhan lebih dahulu?</p>
<p>Keinginan melihat Tuhan pasti ada dalam diri manusia. Tengoklah kisah Musa yang ingin menyaksikan Alloh secara langsung agar Ia bertambah keyakinan dan keimanannya. Rasa penasaran inipun menghinggapi orang-orang yahudi di jaman Musa hingga bersumpah tidak akan beriman pada Alloh jika mereka tidak diberi kesempatan untuk melihat Alloh dengan mata kepala mereka sendiri.</p>
<p>Keinginan menyaksikan Alloh pasti menghinggapi semua manusia. Ada yang ingin menyaksikan-Nya saat ini juga ketika masih diberi kehidupan. Ada juga yang meyakini pertemuan dengan Alloh adalah pasti, suka atau terpaksa di akhirat nanti. Bagi mereka yang ingin menyaksikan Alloh saat masih hidup di dunia terjebak pada jerih payah penggambaran rupa Tuhan dalam imaginasinya. Perhatikan bentuk rupa masing-masing Tuhan menurut asal agama samawi itu diturunkan. Penggambaran Yesus sebagai penjelmaan Tuhan dalam wujud manusia serupa dengan keturunan romawi karena memang Nasrani disebarkan oleh Paulus dari Roma. Penggambaran Budha mewakili rupa orang-orang india. Dewa dewi Cina digambarkan layaknya orang-orang Tionghoa.</p>
<p>Sampai kini, orang-orang Islam masih belum mampu menggambarkan rupa Tuhan-Nya, Alloh. Jangankan rupa Alloh, rupa nabi Muhammad pun tidak sanggup digambarkan di media manapun. Bahkan penggambaran rupa nabi Muhammad lebih sering diselewengkan oleh pejuang-pejuang kebebasan pers. Padahal, perilaku mereka telah Alloh kabarkan di Surah Luqman, &#8220;&#8230; sebagian manusia hendak memalingkan manusia dari Alloh tanpa pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (referensi) yang menjelaskan.&#8221;</p>
<p>Masih adakah keinginan kita untuk menyaksikan Alloh sekarang? Jika kita masih menyangsikan keberadaan Alloh yang belum bisa digambarkan itu, maka hati kita belum mampu menangkap betapa baiknya Alloh pada kita. Dalam keadaan tidak berterima kasihpun, Dia masih saja memberi kita udara untuk bernafas, Dia masih saja memberi kita air untuk minum, Dia masih saja memberi kita kesempatan untuk membuang kotoran dari perut. Maka, nikmat yang mana lagi yang akan kita dustakan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=30&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/29/allohu-ahad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan PSK Tua</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/perempuan-psk-tua/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/perempuan-psk-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 07:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2003, Survei Surveilans Perilaku kembali menjambangi Kota Sorong. Sebuah survei yang menggali perilaku dari orang-orang yang terjerembab di dunia ‘esek-esek’. Bisa sebagai penyedia maupun sebagai penikmatnya suka atau terpaksa.   Di lokalisasi satu-satunya di Kota Sorong, tertata bilik-bilik asmara yang rapi terbagi oleh lorong-lorong. Di salah satu sudut kamar yang sempit, seorang ibu berwajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=27&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tahun 2003, Survei Surveilans Perilaku kembali menjambangi Kota Sorong. Sebuah survei yang menggali perilaku dari orang-orang yang terjerembab di dunia ‘esek-esek’. Bisa sebagai penyedia maupun sebagai penikmatnya suka atau terpaksa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di lokalisasi satu-satunya di Kota Sorong, tertata bilik-bilik asmara yang rapi terbagi oleh lorong-lorong. Di salah satu sudut kamar yang sempit, seorang ibu berwajah letih terguras tempaan hidup sebagai penjaja sex komersil menuturkan kisah hidup yang memilukan. Terpampang sebuah bingkai foto anak yang dihias kerudung menjuntai hingga menutup ‘perhiasannya’ dengan cucunya yang tertawa ceria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span id="more-27"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibu ini lama tidak pernah pulang. Sang Ibu tak ingin anak kesayangannya mengetahui apa sebenarnya<span>  </span>pekerjaan yang Dia lakukan. Sang Ibu tak ingin anaknya tahu bahwa untuk dapat makan sesuap nasi ia hanya berharap ada lelaki yang sudi menikmati tubuh rentanya dengan imbalan paling banyak Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah). Belum lagi ia harus membayar sewa kamar Rp. 150.000,- per bulan pada sang Mami. Kadang iapun harus memohon belas kasihan jika terpaksa harus menunggak sewa kamar karena sepinya pelanggan atau kalah bersaing dengan penjaja sex muda yang memang tubuhnya masih sintal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menjajakan tubuh di usia senja seakan menjadi pilihan dari pelarian kekecewaan akibat ditinggal suami atau disakiti laki-laki. Tidak peduli ancaman penyakit menular sex. Juga tak peduli HIV/AIDS. Mungkin lebih cepat mati baginya lebih <span> </span>baik. Paling tidak dosa-dosa tidak akan bertambah lagi.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=27&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/perempuan-psk-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Sebab Kita Melupakan Alloh</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/dua-sebab-kita-melupakan-alloh/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/dua-sebab-kita-melupakan-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 07:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Hingga saat ini, kasih sayang Alloh masih didentikkan dengan besar kecilnya materi yang diperoleh. Hal itu Aku rasakan pada saat dikarunia sejumlah uang dari peristiwa yang tak terduga, kalimat takbir seraya mengisi short message yang dialamatkan kepada istri nun jauh di sana. Pada saat itu, terasa besar kasih sayang Alloh yang dirasakan. Terasa betul, Alloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=24&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hingga saat ini, kasih sayang Alloh masih didentikkan dengan besar kecilnya materi yang diperoleh. Hal itu Aku rasakan pada saat dikarunia sejumlah uang dari peristiwa yang tak terduga, kalimat takbir seraya mengisi <em>short message</em> yang dialamatkan kepada istri nun jauh di sana. Pada saat itu, terasa besar kasih sayang Alloh yang dirasakan. Terasa betul, Alloh mengerti dan memenuhi kebutuhan yang memang sangat mendesak untuk dipenuhi. Tetapi di lain waktu, ketika pundi-pundi uang yang diharap segera pecah tak kunjung tiba, prasangka negatif tak ayal memenuhi isi kepala. Di mana Alloh? Masih sayangkah Alloh padaku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> <span id="more-24"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sifat dasar kita sebagai manusia yang dhoif, rupanya pernah disitir dalam QS. 89 (AlFAJR) ayat 15 dan 16. Tak kala kita dikaruniai kenikmatan maka kita kan berkata Tuhanku tengah memuliakanku. Sebaliknya, bila kita dalam kondisi rezeqi yang sempit, susah mendapatkan uang terasa Tuhan meninggalkan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bila kita dalam kesulitan, perasaan ingin lebih mendekat pada Alloh cenderung melebihi hari-hari biasanya. Kita yakini tidak ada penolong selain Alloh. Kita yakini jika Alloh telah menetapkan untuk menolong kita, tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencegah datangnya pertolongan Alloh.<span>  </span>Sebaliknya, jika Alloh tidak menolong kita, jangan harap ada yang lain yang akan memberikan pertolongan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tak kala pertolongan itu datang, pintu-pintu rezeqi telah dibukakan. Jalan hidup telah dimudahkan. Kita dihadapkan pada dua pilihan. Menjadi hamba yang bersyukur atau melupakan doa-doa di kala kesulitan hidup tadi. Apabila pilihan bijak kita jatuh pada pilihan pertama, Alloh menjanjikan menambah kenikmatan yang disyukuri dengan kenikmatan yang lebih besar. Tetapi jika pilihan kedua yang kita tentukan, ada dua kemungkinan yang terjadi. Kita ditambah sedikit kenikmatan yang melenakan hingga pertemuan kita dengan adzab yang dijanjikan benar-benar menjadi kenyataan atau seketika itu juga Alloh menggantikan kenikmatan dengan penderitaan yang menyakitkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hati-hati bila kita termasuk kategori yang melupakan nikmat Alloh tetapi Alloh malah memberi kita kenikmatan yang menipu. Menipu karena dengan kenikmatan itu kita lupa bahwa ada maut yang bakal menjemput. Kita terlena dalam kenikmatan dunia yang bersifat fana. Kita disibukkan dengan menghitung seberapa besar kekayaan yang terkumpul hingga tak sadar mulut kita dijejali tanah di kuburan kita sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alloh mengabarkan dua sifat kita sebagai manusia yang<span>  </span>paling tidak disukai. Kedua sifat itu adalah kita merasa cukup atau merasa sudah kaya hingga tidak lagi membutuhkan Alloh dan mencintai dunia (materi/non materi) yang berlebihan. Dengan dua sifat itu, kita berprilaku melampaui batas. Melampaui batas karena kita akan berprilaku pelit sepelit-pelitnya, kikir sekikir-kikirnya, dan meremehkan orang serendah rendahnya. Karena kita merasa terjamin oleh harta secuil yang dimiliki. Wajar jika Alloh menyebut kita keterlaluan. Silakan merujuk pada QS. 97 (AL-ALAQ) 6 – 8 dan QS. 100 (Al-ADIYAT) 6 – 8.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=24&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2009/01/28/dua-sebab-kita-melupakan-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemui Alloh di 1/3 Malam Terakhir</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/menemui-alloh-di-13-malam-terakhir/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/menemui-alloh-di-13-malam-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 06:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Aku kedatangan tamu dari Palu. Temanku satu leting di STIS. Kedatangannya untuk melamar anak gadis adik temanku di Bappeda Kota Sorong. Kutemani ia saat bertemu kedua orang tua gadis itu. Dia melamar langsung tanpa didampingi kedua orang tuanya di Nganjuk, Jawa Timur. Ada getar di dada saat ia dengan sungguh-sungguh menyatakan niat sucinya untuk mempersunting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=16&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku kedatangan tamu dari Palu. Temanku satu leting di STIS. Kedatangannya untuk melamar anak gadis adik temanku di Bappeda Kota Sorong. Kutemani ia saat bertemu kedua orang tua gadis itu. Dia melamar langsung tanpa didampingi kedua orang tuanya di Nganjuk, Jawa Timur. Ada getar di dada saat ia dengan sungguh-sungguh menyatakan niat sucinya untuk mempersunting anak gadis itu. Dari sudut-sudut mata sang ibu teretas air mata haru. Jarak tidak sanggup menghentikan rencana Alloh jika Ia sudah menghendaki pernikahan itu harus terjadi.</p>
<p><span id="more-16"></span>Saat malam sehari sebelum pelamaran, aku mendengar lantunan ayat suci. Ternyata temanku bertahajud di 1/3 malam terakhir. Anehnya, sebagai tuan rumah aku malah cuek. Seakan-akan &#8220;.. lana a&#8217;maluna walakum a&#8217;malukum.&#8221; Tak ada terbersit keinginan untuk mengikuti temanku bermakmum di malam itu.</p>
<p>Sholat malam merupakan yang terberat bagiku. Jangankan di 1/3 malam terakhir, di awal malampun seperti sholat maghrib dan isya aku enggan tuk berjamaah di mesjid. Sholat sendiripun terkadang di akhir waktu. Mengapa temanku bisa?</p>
<p>Tiga tahun sejak saat itu, aku mengalami fase-fase pengenalan pada Alloh. Dari sekian peristiwa, aku terkenang dengan penyampaian seorang dai yang menyatakan bahwa Alloh turun ke langit terdekat bumi untuk mendengarkan setiap doa dan penyesalan hamba-Nya dengan jaminan seluruh permohonan ampun kan dikabulkan dan segenap doa dan harapan akan terwujud.</p>
<p>Pada keletihanku berbuat dosa aku mencoba bersimpuh di 1/3 malam terakhir. Kuakui segala dosa yang telah kuperbuat. Dosa yang tidak disengaja hingga dosa yang disengaja dan penyerahan segenap jiwaku kuhaturkan di malam itu. Air mata tak kuasa kubendung. Dada sesak berharap Alloh memberi ampunan. Aku berharap agar Alloh senantiasa menjadi pembimbingku tuk tetap taat kepada-Nya.</p>
<p>Aku ingin menemui Alloh di 1/3 malam terakhir. Meski mataku tak dapat menyaksikan fisik Alloh tapi aku yakin Alloh memperhatikanku di malam-malam itu. Aku rindu jumpai-Mu. Pertemukan aku dengan-Mu ya Robbi sebagai balasan terindah dari penghambaan dan pengabdianku kepada-Mu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=16&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/menemui-alloh-di-13-malam-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untung, Rugi, dan Celaka</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/untung-rugi-dan-celaka/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/untung-rugi-dan-celaka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 06:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sepulang dari kampusku (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta), aku naik Patas 2. Dari jauh patas ini bertuliskan P.002. Kulambaikan tangan kananku dan patas itu berhenti tepat di Halte Statistik. Dengan sedikit berlari aku naik dan kebetulan ada tempat duduk kosong di samping seorang bapak separuh baya. Aku kurang yakin apakah patas itu betul-betul patas 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=12&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepulang dari kampusku (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta), aku naik Patas 2. Dari jauh patas ini bertuliskan P.002. Kulambaikan tangan kananku dan patas itu berhenti tepat di Halte Statistik. Dengan sedikit berlari aku naik dan kebetulan ada tempat duduk kosong di samping seorang bapak separuh baya. Aku kurang yakin apakah patas itu betul-betul patas 2. Untuk meyakinkanku kutanyakan pada bapak yang duduk di sampingku, &#8220;Maaf Pak, apakah ini Patas 2?&#8221; tanyaku. &#8220;Ya, ini patas 2. Kenapa memang?&#8221; Jawab sang bapak sekaligus bertanya kembali padaku. &#8220;Habis tadi saya lihat patas ini P. 002,&#8221; jawabku. &#8220;Memangnya beda P. 2 dan P.002?&#8221; tanya Bapak menanggapi jawabanku. Buat orang statistik 2 dan 002 harusnya beda. Kalau 2 berarti hanya ada 1 digit berarti maksimum cuma ada 9 patas. Tapi kalau 002 ada 3 digit yang berarti ada 999 kemungkinan patas di Jakarta.</p>
<p>Rupanya sang bapak tua adalah dosen psikologi UI. Wah kebetulan, pikirku, bisa tanya-tanya soal psikologi. Waktu itu aku tanyakan mengapa aku masih suka berbuat yang tidak disukai Alloh. Bapak itu hanya bertanya padaku, &#8220;Apakah Kamu merasa rugi berbuat itu? Kalau kamu merasa rugi, hentikan. Sebaliknya kalau Kamu merasa tidak rugi dan tidak merugikan siapapun, teruskan perbuatan burukmu itu!&#8221;</p>
<p>Obrolan ringan di patas 2 waktu itu masih kuingat hingga sekarang. Dalam perjalanan hidupku, uji coba soal kebaikan dan keburukan mewarnaiku. Dalam Alquran, selalu disebutkan dua jalan kebaikan dan keburukan berikut konsekuensi yang bakal terjadi jika kita memilih salah satu jalan yang diberikan. Ego di masa mudaku dan kesombonganku menghantarkan aku pada pilihan keburukanlah yang aku pilih. Perilakuku mirip sebagaimana gambaran QS. 2: 14. Bila sedang bersama teman-temanku yang alim aku ikut alim. Tapi bila sedang sendiri atau bertemu teman setengah alim tabiat burukku tidak bisa tertutupi.</p>
<p>Pengalaman ruhiahku mengatakan teramat banyak musibah yang menimpaku saat itu. Bila derita yang datang sudah sangat menyakitkan, aku bertobat dan berjanji untuk tidak mengulangi. Namun, bila musibah itu telah diangkat, perbuatan burukku kuulangi. Tetapi anehnya, musibah itu selalu didatangkan pada orang-orang terdekatku, orang-orang yang sangat mengasihi dan mencintaiku. Segenap perhatian, tenaga, dan biaya banyak kukeluarkan untuk setiap musibah yang datang. Hingga di satu titik waktu aku merasa lelah dan letih dan aku menyerah dengan segala kesombonganku menentang ancaman Alloh.</p>
<p>Ternyata, sekecil apapun perbuatan buruk senantiasa ada balasan buruk. Dari sini aku menyadari kata-kata &#8220;rugi&#8221; yang disampaikan Bapak separuh baya di Patas 2 itu. Kerugian dari perbuatan buruk bisa bermakna rugi waktu, rugi tenaga, rugi biaya. Rugi waktu karena umurku kian menuju absorb sementara amal burukku bertambah dan pada saat yang sama tidak ada amal baik yang diperbuat. Rugi tenaga dan biaya karena pada saat musibah datang tidak sedikit pengorbanan waktu, tenaga dan dana untuk menanggulanginya. Misalkan saja pada saat aku ditegur dengan sakit, minimal biaya ke dokter harus ada yang dikeluarkan.</p>
<p>Alloh memang tidak pernah memaksa kita untuk menjadi hamba-Nya. Untuk senantiasa berbuat baik dalam rangka pengabdian kepada-Nya. Tetapi Alloh telah mengaruniakan kita dua mata, dua telinga, dua bibir untuk dapat memilih salah satu jalan dari dua jalan yang ditawarkan. Pertimbangan untung dan rugi sangat bermanfaat dalam menentukan pilihan yang terbaik dan terbijak untuk kita sendiri dalam memilih jalan mana yang akan ditempuh.</p>
<p>Rosululloh malah memberikan tiga alternatif pilihan yaitu untung, rugi dan celaka. Kita dikatakan untung apabila kebaikan kita hari ini lebih baik daripada kemarin. Rugi apabila kebaikan hari ini kita sama dengan hari kemarin, dan celaka apabila kebaikan kita hari ini lebih sedikit daripada hari kemarin. Semoga kita tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang rugi apalagi celaka. Semoga Alloh ridho pada kita dan kitapun ridho pada Alloh. Berbuat baik Yuk!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=12&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/27/untung-rugi-dan-celaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Ketika di Waktu Subuh di Kota Sorong</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/26/suatu-ketika-di-waktu-subuh-di-kota-sorong/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/26/suatu-ketika-di-waktu-subuh-di-kota-sorong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 22:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affankhairi.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa ada keinginan yang begitu menggebu untuk mendatangi Mesjid Agung Al-Akbar di waktu subuh ketika itu. Sebuah mesjid Agung di Kota Sorong Irian Jaya Barat yang terletak di tengah-tengah Kota. Mesjid ini begitu megah dengan bentuk menara yang unik dan berdiri kokoh menghujam langit. Dari tempatku, mesjid ini bisa dicapai dengan berjalan kaki. Ada seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=8&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah mengapa ada keinginan yang begitu menggebu untuk mendatangi Mesjid Agung Al-Akbar di waktu subuh ketika itu. Sebuah mesjid Agung di Kota Sorong Irian Jaya Barat yang terletak di tengah-tengah Kota. Mesjid ini begitu megah dengan bentuk menara yang unik dan berdiri kokoh menghujam langit. Dari tempatku, mesjid ini bisa dicapai dengan berjalan kaki.</p>
<p>Ada seorang nenek tua berjalan tergopoh-gopoh melewati sekitar empat lorong dari rumahnya untuk bisa ke Mesjid Al-Akbar. Perempuan datang ke mesjid tidak aneh apalagi nenek ini sudah sangat sepuh. Menurutku wajar bagi orang-orang yang telah memasuki usia &#8220;ashar&#8221; banyak mendekat pada ilahi. Yang menjadikanku takjub pada nenek ini adalah beliau berjalan dengan posisi badan yang bungkuk. Posisi tubuh dan kaki penyangga tubuhnya membentuk sudut 90 derajat persis seperti orang sedang rukuk. Aku membayangkan betapa lelahnya berjalan dengan kondisi seperti itu setiap hari. Kalau dihitung mungkin ada satu kilo meter jarak dari mesjid ke rumah sang nenek.</p>
<p>Rasa penasaranku tak dapat mengurungkan niatku tuk bertanya pada nenek itu. Sambil kutemani nenek sepulang sholat subuh aku bertanya, &#8220;Nek, tidak cape sholat di mesjid terus? nenek khan bisa sholat di rumah.&#8221; Pikirku kewajiban sholat jamaah dikhususkan untuk kaum laki-laki meskipun perempuan tidak dilarang untuk sholat jamaah di mesjid. Sang nenek menjawab, &#8220;Nak, sholat jamaah di mesjid itu lebih baik daripada sholat di rumah. Pahalanya bisa 27 kali daripada sholat sendiri.&#8221;</p>
<p>Aku takjub. Aku heran. Bagaimana nenek ini begitu mengimani sabda Nabi Muhammad perihal sholat jamaah. Lalu kemana aku sholat selama ini. Aku masih muda. Usiaku saat itu baru 24 tahun. Aku masih sanggup berjalan tegak. Kaki-kakiku masih bisa berjalan hingga 5 kilo meter sekalipun. Tapi mengapa aku lebih suka sholat sendiri?</p>
<p>Empat tahun sudah aku tinggalkan Kota Sorong. Namun kenangan sholat subuh bersama nenek tua itu menghantarkan keyakinanku bahwa sholat berjamaah di mesjid itu jauh lebih baik daripada sholat sendiri. Aku tak pernah merasa asing di tempat rantauku kini. Karena di mesjid aku bisa bertemu saudaraku yang seiman dan nasihat-nasihat agama bisa juga aku dapati dari saudaraku itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=8&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/26/suatu-ketika-di-waktu-subuh-di-kota-sorong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Kenikmatan Hidup</title>
		<link>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/25/hello-world/</link>
		<comments>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 19:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kenikmatan duniawi beraneka ragam. Kita dapat menikmati kenikmatan itu melalui pandangan, pendengaran, rasa, dan hati. Pendek kata ada nikmat lahir dan nikmat bathin. &#8220;&#8230; dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan bathin&#8230;&#8221; (QS. 31: 20). Ada tiga kenikmatan yang Alloh karuniakan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman. Dalam surah Ad-Duha ayat 6 &#8211; 8 Alloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=1&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenikmatan duniawi beraneka ragam. Kita dapat menikmati kenikmatan itu melalui pandangan, pendengaran, rasa, dan hati. Pendek kata ada nikmat lahir dan nikmat bathin. &#8220;&#8230; dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan bathin&#8230;&#8221; (QS. 31: 20).</p>
<p>Ada tiga kenikmatan yang Alloh karuniakan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman. Dalam surah Ad-Duha ayat 6 &#8211; 8 Alloh menggambarkan tiga kenikmatan itu. Pertama, nikmat keamanan (perlindungan). &#8220;Bukankan Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungi(mu)&#8221; (QS. 93: 6). Kita tahu seorang anak yatim tidak memiliki ayah dan ibu. Ayah simbol pelindung bagi anak-anaknya. Ibu tempat curahan kasih sayang yang tidak tergantikan oleh manusia manapun. Pepatah mengatakan kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah. Oleh karena itu, seorang anak yatim menjadi simbol seseorang yang terancam keamanannya karena tiada ayah sebagai pelindungnya dan tiada ibu yang memberikan kasih sayang sejati padanya. Dengan perlindungan Alloh, tiada satu manusiapun yang dapat mencelakakan Nabi Muhammad. Perlindungan Alloh, sebaik-baiknya perlindungan bagi siapapun.</p>
<p>Nikmat yang kedua adalah nikmat petunjuk. &#8220;Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk&#8221; (QS. 93: 7). Petunjuk Alloh sangat kita perlukan dan kita butuhkan. Teramat rumit dan kompleks untuk memahami hidup. Masalah hidup kadang tidak berdiri sendiri. Kita disediakan Alloh begitu banyak pilihan dan begitu banyak kemungkinan. Siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, tiada sesuatupun yang dapat memberi petunjuk.</p>
<p>Nikmat ketiga adalah nikmat serba berkecukupan. &#8220;Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberi kecukupan&#8221; (QS. 93: 8). Dengan nikmat ini manusia manapun tidak akan pernah merasakan kekurangan. Kalau demikian berarti dia telah menjadi manusia kaya yang hakiki. Bukan tidak mungkin rasa berkecukupan tidak didapati pada orang-orang yang bergelimpangan materi. Tidak sedikit juga rasa berkecukupan ini meliputi orang-orang yang terbatas dalam hal materi. Dengan demikian nikmat rasa berkecukupan ini tidak diberikan kepada sembarang orang tetapi hanya kepada orang-orang yang dikehendaki Alloh.</p>
<p>Indah rasanya jika kita dikaruniai ketiga nikmat di atas. Kita tidak akan pernah merasa terancam oleh siapapun. Kita tidak akan pernah linglung atau bingung mengarungi hidup dan kita tidak akan pernah merasa kekurangan. Sebaliknya, kita akan merasa tenang karena Alloh telah menjadi pelindung kita. Kita akan tahu pasti ke mana harus melangkah karena Alloh menjadi Pembimbing hidup kita dan kita akan menjadi &#8220;kaya&#8221; karena Alloh senantiasa mencukupi segala keperluan kita.</p>
<p>Pertanyaannya adalah bagaimana cara meraih ketiga nikmat itu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affankhairi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affankhairi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affankhairi.wordpress.com&amp;blog=4980489&amp;post=1&amp;subd=affankhairi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affankhairi.wordpress.com/2008/09/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d819b28876098cb1f965b4f30db8163f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Suryana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
